stock-photo-trade-off-road-sign-47505832

Efisiensi dan Keadilan

Dalam kehidupan, efisiensi dan keadilan sering tidak bisa berada sejalan. Sulit untuk memperoleh keduanya sekaligus karena salah satunya harus dikorbankan (trade-off). Ada dua masalah utama yang timbul dari trade-off ini. Seberapa besar efisiensi yang harus dikorbankan untuk menurunkan keadilan? Sudut pandang manakah yang harus diutamakan, efisiensi atau keadilan?

Untuk mengawalinya, video berikut ini dapat menjelaskan tentang teori efisiensi dan keadilan dalam ekonomi(dalam bahasa inggris).

A. Efisiensi dan Keadilan

1. Teori Efisiensi

Efisiensi merupakan perbandingan antara output dan input. Dalam teori barang pribadi maupun publik, efisiensi  mensyaratkan  bahwa  seluruh aktivitas ekonomi dilaksanakan sampai pada titik dimana manfaat sosial marjinal (marginal  social  benefit)  sama  dengan  biaya  sosial  marjinal (marginal  social  cost).

Dimisalkan ada seseorang berkeinginan memproduksi atau membeli suatu barang (publik) untuk kepentingan pribadinya. Penyediaan barang publik oleh orang itu akan memberi manfaat kepada si penyedia dan juga kepada orang-orang di  sekitarnya.  Dengan  demikian,  manfaat sosial marjinalnya akan melebihi manfaat yang diterima  oleh orang yang menyediakan barang tadi. Gabungan seluruh manfaat  yang  dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya memberikan manfaat sosial marjinal atas tambahan unit yang disediakan.  Jadi, manfaat  sosial marjinal adalah  jumlah manfaat marjinal yang dinikmati oleh  seluruh konsumen tersebut.

Suatu organisasi dapat dikatakan  efisien apabila organisasi tersebut:

  1. Menghasilkan output yang lebih besar dengan menggunakan input tertentu
  2. Menghasilkan output tetap untuk input yang lebih rendah dari yang seharusnya
  3. Menghasilkna produksi yang lebih besar dari penggunaan sumber dayanya
  4. Mencapai hasil dengan biaya serendah mungkin

2. Teori keadilan

Keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Dalam sektor publik, konsep 3E (Ekonomi, Efisiensi, Efektivitas) perlu ditambahkan konsep keadilan karena konsep 3E dirasa kurang cukup menghasilkan pelayanan yang memuaskan terhadap masyarakat karena masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan, tanpa diskriminasi atau hak istimewa bagi kelompok tertentu.

B. Pareto Optimum

Dalam  ilmu ekonomi kesejahteraan modern berlaku prinsip pareto optimum yang artinya suatu kondisi ekonomi disebut efisien jika, dan hanya jika, peningkatan kesejahteraan seseorang tidak  akan  merugikan  orang  lain. Kriteria  ini  tidak  sama artinya  dengan  suatu tindakan pendistribusian kembali atas sumber daya yang ada kepada konsumen, tetapi kriteria ini digunakan untuk menilai tingkat efisiensi. Itu artinya jika kita terus menerus meningkatkan efisiensi, di sisi lain akan ada orang-orang yang dirugikan atas kenaikan efisiensi tersebut. Berlaku juga sebaliknya jika kita mengutamakan keadilan, di sisi lain tingkat efisiensi suatu kegiatan akan menurun. Inilah yang menyebabkan adanya trade-off antara efisiensi dan keadilan.

1-s2.0-S0921800909004534-gr3

Contoh yang bisa diambil adalah dilema setiap negara dalam mengatasi masalah pengangguran. Para pemilik perusahaan tentu ingin agar usaha mereka terus maju, keuntungan terus meningkat, biaya produksi bisa ditekan seminimal mungkin. Apa solusinya? Dari segi efisiensi, mesin-mesin produksi telah terbukti dapat menggantikan tenaga manusia karena dapat memproduksi dengan lebih cepat dan menghasilkan produk dengan standar kualitas yang sama. Tapi di saat yang sama dari segi keadilan, hal itu tidak dibenarkan karena dengan adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin, maka akan ada orang-orang yang dirugikan karena harus diberhentikan dari pekerjaannya.

C. Fungsi Distribusi

Dalam sektor publik, fungsi distribusi adalah penyesuaian atas distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin pemerataan dan keadilan. Dalam kaitannya dengan pembahasan efisiensi dan keadilan, fungsi distribusi yang dimiliki pemerintah diharapkan dapat mengatasi masalah keadilan yang timbul seiring dengan peningkatan efisiensi dalam suatu sistem ekonomi.

Salah satu instrumen fungsi distribusi pemerintah adalah penerapan pajak. Distribusi yang  adil  mempunyai  pengertian  yang  sangat  dalam yang menyangkut perimbangan sosial dan pertimbangan nilai. Dengan menyimpulkan berbagai kriteria, pernyataan yang  telah diterima  secara  luas  adalah orang harus dikenakan pajak sesuai dengan kemampuan mereka membayar yang diwujudkan dalam penerapan tarif pajak progresif.

Dikaitkan dengan masalah pengangguran di atas, penerapan tarif pajak progresif bisa memberikan sebagian keadilan yang diinginkan masyarakat. Pemilik perusahaan yang menginginkan produksi yang lebih efisien dengan mengganti tenaga manusia dengan mesin akan mendapat tambahan penghasilan. Dengan penghasilan yang terus meningkat, maka tarif pajak yang dikenakan juga akan meningkat. Dalam skala makro, hal ini akan menambah pendapatan pajak negara secara signifikan. Adanya kenaikan pendapatan pajak tersebut kemudian akan digunakan oleh negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara meningkatkan mutu berbagai fasilitas umum serta membuka berbagai lapangan pekerjaan baru yang nantinya diharapkan dapat menyerap pengangguran yang dihasilkan dari usaha peningkatan efisiensi produksi di atas.

Mengapa hanya sebagian keadilan? Jawabannya adalah karena belum tentu usaha peningkatan kesejahteraan yang dilakukan oleh pemerintah memiliki manfaat marginal yang sama besar dengan yang dia dapat sebelum diberhentikan dari pekerjaannya.

Kesimpulannya, masalah trade-off antara efisiensi dan keadilan mungkin selamanya kan menjadi masalah yang problematis di setiap entitas ekonomi, bahkan di negara maju sekalipun. Usaha yang dilakukan pemerintah mungkin mengatasi sebagian masalah keadilan yang dialami masyarakat, namun akan tetap ada orang-orang yang dirugikan ketika salah satu pilihan diambil, efisiensi atau keadilan?

Sumber:

Audit Kinerja pada Sektor Publik

Dasar-Dasar Keuangan Publik

ScienceDirect.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s