stock-photo-golden-key-sitting-on-dollars-pile-d-render-63001447

Menentukan Area Kunci, dalam melakukan Audit Kinerja pada Direktorat Jenderal Pajak

perencanaan-audit-kinerja

Menentukan area kunci saat kita melakukan audit kinerja dilakukan setelah kita melakukan survei pendahuluan dan pemahaman entitas. Pemahaman entitas yang dimaksud adalah seperti mengetahui visi, misi, tugas pokok, fungsi, sistem organisasi dll dalam suatu entitas. Penentuan area kunci yang tepat akan sangat membantu auditor dalam melakukan tugasnya.

A. Pengertian Area Kunci

Area kunci (key area) adalah area, bidang atau kegiatan yang merupakan fokus audit dalam entitas. Pemilihan area kunci harus dilakukan mengingat luasnya bidang, program, dan kegiatan pada entitas yang diaudi7t sehingga tidak mungkin melakukan audit di seluruh area entitas.

B. Manfaat Identifikasi Area Kunci

Pemilihan area kunci yang tepat memungkinkan penggunaan sumber daya audit secara lebih efisien dan efektif karena dapat memfokuskan sumber daya pada area audit yang memiliki nilai tambah yang maksimum. Tentu saja hal ini lebih baik dibandingkan dengan mengalokasikan seluruh sumber daya audit pada seluruh area secara merata.

C. Pendekatan untuk Identifikasi Area Kunci

Penentuan area kunci dapat dilakukan berdasarkan faktor pemilihan (selection factors) yang terdiri atas:

  • Risiko Manajemen: adalah risiko yang ditanggung manajemen terkait dengan aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.
  • Signifikansi: apakah signifikansi suatu area audit berkaitan dengan dampak yang dihasilkan area tersebut terhadap objek audit secara keseluruhan, mirip konsep materialitas dalam audit keuangan.
  • Dampak Audit: merupakan nilai tambah yang diharapkan dari audit tersebut, yaitu suatu perubahan dan perbaikan yang dapat meningkatkan aspek 3E entitas
  • Auditabilitas: adalah kemampuan tim audit untuk melaksanakan audit sesuai dengan standar profesi, termasuk berbagai keadaan yang menyebabkan auditor memutuskan untuk tidak melakukan audit dalam area tertentu

D. Contoh Penentuan Area Kunci pada Direktorat Jenderal Pajak

1. Pemahaman Entitas

a. Visi dan Misi

Visi Direktorat Jenderal Pajak

Menjadi institusi pemerintah penghimpun pajak negara yang terbaik di wilayah Asia Tenggara.

Misi Direktorat Jenderal Pajak

Menyelenggarakan fungsi administrasi perpajakan dengan menerapkan Undang-Undang Perpajakan secara adil dalam rangka membiayai penyelenggaraan negara demi kemakmuran rakyat.

b. Tugas Pokok dan Fungsi

Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. Dalam melaksanakan tugasnya Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi:

  • perumusan kebijakan di bidang perpajakan;
  • pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan;
  • penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang perpajakan;
  • pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan; dan
  • pelaksanaan administrasi DJP.
c. Struktur Organisasi

strukturkp

2. Identifikasi Area Kunci

Dalam menentukan area kunci, kita terlebih dahulu menentukan area audit potensial yang dalam kasus ini area audit potensial tersebut adalah fungsi dari Direktorat Jenderal Pajak yang telah disebutkan di atas. Karena saya tidak berkesempatan langsung menilai area audit potensial tadi dipandang dari segi selection factornya, maka saya akan menunjukkan data-data kinerja Direktorat Jenderal Pajak yang diambil dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Keuangan tahun 2011

Untitled20 Untitled21 Untitled22 Untitled23

Dari data di atas, kita bisa melihat bahwa banyak sektor penerimaan pajak yang kurang pencapaiannya dari target yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2011. Tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menilai risiko manajemen. Signifikansinya bisa kita nilai langsung dari nilai yang telah dicantumkan di atas. Dampak audit dari area tersebut tentu saja akan sangat meningkatkan penerimaan negara serta peningkatan kinerja. Sedangkan dari segi auditabilitas, selama auditor tidak dibatasi dalam melaksanakan audit, maka saya rasa tidak akan menjadi masalah.

Dari analisis selection factors di atas, maka jika saya diminta menyimpulkan, maka area kunci yang saya pilih adalah pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan serta Direktorat Intelijen dan Penyidikan. Mengapa? Karena direktorat tersebutlah yang berwenang untuk mengurusi jika ada Wajib Pajak yang bermasalah, contohnya ketika nilai pajak yang terutang sangat kecil dibandingkan kekayaan yang dimilikinya.

Sumber:

kampuskeuangan.wordpress.com

LAKIP Kementerian Keuangan 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s