campaign-effectiveness

Contoh Kasus Audit Efektivitas

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus berpendapat seharusnya sebagian besar alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak boleh dipakai untuk kepentingan birokrasi.

“Yang perlu menjadi pertimbangan dalam mereformulasi kebijakan anggaran, yaitu bahwa seharusnya sebagian besar alokasi APBN tidak boleh dipakai untuk kepentingan birokrasi,” ujar Ahmad Heri Firdaus yang dihubungi di Jakarta, Jumat (1/3).

Menurut Heri, alokasi sektoral diarahkan untuk mengatasi problem kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pendapatan. Lalu, kata dia, bunga obligasi rekap tidak sepatutnya dibebankan lagi kepada APBN. Perlu diketahui bahwa pada 2013 dianggarkan bunga obligasi rekap sekitar Rp8,52 triliun.

Kemudian, beban pembayaran cicilan pokok dan bunga utang perlu direnegosiasikan agar beban fiskal tidak terlalu berat. Jika pemerintah tidak memilih cara ini, menurut dia, maka opsi lainnya adalah menaikkan ‘tax ratio’ menjadi 15 persen agar tidak terjadi defisit anggaran. Dalam APBN, alternatif tax ratio ditetapkan sebesar 14 persen.

“Pemerintah juga harus memiliki komitmen menjalankan UU, sehingga alokasi kesehatan besarannya mesti menyesuaikan dengan amanah UU tersebut,” kata dia.

Terkait dengan upaya untuk memperbaiki permasalahan pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan, salah satu pertanyaan fundamental dari masyarakat luas dalam pembahasan kebijakan anggaran atau kebijakan fiskal akhir-akhir ini adalah hubungan peningkatan APBN dengan kesejahteraan rakyat.

“Sebaiknya indikator-indikator kesejahteraan rakyat masuk dalam penyusunan APBN. Hal ini dimaksudkan agar dampak dari APBN atau peran dari stimulus fiskal terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat lebih memberikan dampak yang terukur,” ujarnya.

Menurut dia, beberapa indikator penting yang disarankan untuk dimasukkan dalam penyusunan APBN ke depan, yaitu tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan masalah ketimpangan distribusi pendapatan yang dilihat dari indeks gini.

Ia mengatakan tingkat kemiskinan dan pengangguran digunakan untuk melihat efektifitas penggunaan APBN dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

“Seharusnya, semakin meningkat dana APBN, semakin rendah tingkat kemiskinan dan pengangguran dengan proporsi persentase yang sesuai dan relevan,” ujarnya

Tanggapan

Sudah kita ketahui bersama bahwa sebagian besar APBN kita berasal dari penerimaan pajak, kurang lebih 70% nya. Pajak adalah uang rakyat yang sudah seharusnya pula digunakan hanya untuk rakyat juga. Namun, dalam penerapannya seperti berita di atas, masih sering kita jumpai di saat penyusunan APBN, banyak porsi anggaran yang diberikan untuk kepentingan birokrasi, bukannya untuk kepentingan rakyat. Hal ini tentu sangat menyedihkan mengingat APBN kita yang katanya besarnya Rp1000triliun itu hanya digunakan oleh pemerintah itu sendiri.

Menurut saya, perlu diadakan audit efektivitas atas penyusunan APBN yang dilakukan setiap tahun. Apakah prosedurnya telah dipenuhi, apakah besar anggaran yang diminta masing-masing K/L wajar dan logis. Bayangkan saja, setiap tahunnya, anggaran yang diminta oleh K/L selalu bertambah, dengan alasan mereka takut kekurangan dana, sedangkan pada prakteknya hampir selalu saja ada sisa anggaran yang cukup banyak yang dimiliki K/L di akhir tahun. Hal ini tentu saja merupakan bentuk pemborosan anggaran dan membuktikan bahwa proses penyusunan APBN kita tidak efektif.

Oleh karena itu, dengan adanya audit efektivitas ini nantinya diharapkan akan sangat membantu Pemerintah  membuat APBN yang sesuai dengan harapan rakyat dan memang benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Artikel asli

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s